Saatitu, nubuat dalam Kitab Wahyu akan benar-benar digenapi: 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' (Wahyu 1:7). Ketika Tuhan menampakkan diri secara terbuka, mereka yang menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan menentang Tuhan akan tertegun, sebab mereka akan melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka tolak justru adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. diadatang di atas awan tampil bersinar, surya kebenaran angkat suara, ini tahun yobel dari bukit sion kes'lamatan datang ye-eeh inilah zaman yehezkiel tulang kering dihidupkan dan inilah zaman hamba-mu, daud bait pujian dipulihkan dan inilah zaman tuaian besar ladang menguning di dunia kamilah pekerja di kebun anggur-mu nyatakanlah firman tuhan yang telah ada 2Nubuatan dalam Wahyu 1 ayat 7 Akan Digenapi Dengan Cara Ini. 3.Tuhan Telah Kembali Secara Diam-diam sebagai Anak Manusia. " Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin " (Wahyu 1:7). Inimenggenapi nubuat yang dinyatakan dalam Wahyu 1:7, 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia.' Oleh karena itu, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia datang awalnya secara rahasia dan kemudian secara terbuka. Pengelolatempat wisata negeri di atas awan Sukmadi mengatakan, jumlah pengunjung akhir pakan ini melebihi kunjungan pada pekan-pekan sebelumnya, ditandai dengan muncul macet beberapa kilometer sebelum puncak. Sambungnya, para pengunjung yang penasaran dengan panorama hamparan negeri di atas awan mulai berdatangan sejak Jumat (20/9/2019) malam. IyDw9n. Desakan menyatakan kegigihan, yang berarti penantian, dan bahkan lebih merupakan kerinduan rohani …. Tetapi jika arah desakan kita salah, tidakkah kita akan tersesat? —Catatan Suatu sore di bulan Juni, rasanya gerah, tanpa embusan angin. Saat itu, aku sedang beristirahat di kursi bambu di rumah. Tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggil "Bibi." Aku melihat keponakan laki-lakiku Xiaofang, yang ditemani oleh salah seorang temannya yang berpakaian rapi dan terlihat ramah. Lalu aku menerima mereka ke dalam ruangan. Ketika menuangkan air, aku berkata "Apakah kamu punya alasan datang ke sini di hari yang begitu panas?" Xiaofang dengan gembira berkata, "Aku punya berita baik untuk Bibi. Tuhan Yesus yang telah lama kita dambakan telah datang kembali." Setelah mendengar ini, aku tercengang dan berpikir "Hanya Kilat dair Timur yang bersaksi bahwa Tuhan telah datang kembali. Mungkinkah mereka memercayainya? Aku sering mendengar pendetaku mengatakan bahwa saat ini, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali dan melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran. Pendeta meminta kami agar tidak mengindahkan mereka dan memberi tahu kami agar sudah cukup hanya dengan percaya bahwa Tuhan akan datang dengan awan." Jadi aku berkata padanya dengan hati-hati, "Kamu mengatakan bahwa Tuhan Yesus telah datang kembali. Di mana dia? Bagaimana mungkin aku belum pernah melihatnya? Alkitab berkata 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' Wahyu 17. 'Mengapa engkau sekalian berdiri memandang ke langit? Yesus yang sama ini, yang terangkat dari antara kalian ke surga, juga akan datang kembali dengan cara yang sama seperti engkau melihat Dia naik ke surga' Kisah Para Rasul 111. Karena itu, aku berpikir Tuhan akan datang kembali di atas awan dan akan terlihat oleh kita." Kemudian Xiaofang berkata "Bibi, kita tidak seharusnya hanya mengandalkan ayat-ayat ini untuk percaya bahwa Tuhan pasti akan datang dengan cara ini. Sebenarnya, banyak bagian Alkitab berisi nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan ...." Tetapi sebelum Xiaofang selesai bicara, aku langsung menyela "Xiaofang, aku sudah percaya kepada Tuhan lebih lama dari kamu, dan aku tahu lebih banyak dari yang kamu tahu. Jadi bagaimana mungkin aku tidak tahu metode kedatangan Tuhan? Baiklah, kamu bisa datang menemuiku, tetapi jika kamu mencoba membuatku percaya pada Kilat dari Timur, kamu harus pulang. Jika yang mereka saksikan bukanlah Tuhan Yesus yang akan turun dengan awan, aku tidak akan menerima Dia." Setelah itu, temannya juga mengajak aku bersekutu, tetapi aku tetap tidak mengindahkan, memilih untuk sengaja mengabaikannya dan mulai melakukan pekerjaan rumah. Melihat itu, mereka harus pergi. Beberapa bulan kemudian, Saudari Liu dan Saudari Wang dari gerejaku juga mulai percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa, dan mereka juga datang ke rumahku untuk memberitakan Injil kedatangan Tuhan kembali. Tetapi tidak peduli apa yang mereka katakan padaku, aku tetap bersikeras bahwa Tuhan akan turun ke awan untuk membawa kita ke kerajaan surga, dan setelah itu mengirim bencana besar untuk menghancurkan dunia yang tua ini. Dengan keras kepala berpegang teguh pada gagasanku, ketika keponakan dan kedua saudari dari gerejaku memberitakan Injil kerajaan itu padaku, aku menolak mereka semua. Dalam sekejap mata, sembilan tahun berlalu, tetapi aku tidak melihat tanda-tanda kedatangan Tuhan kembali. Perlahan-lahan, rohku menjadi sangat lemah dan aku merasa bingung "Sekarang adalah akhir zaman, dan nubuat-nubuat tentang kedatangan Tuhan kembali pada dasarnya telah digenapi, tetapi mengapa Tuhan yang telah kita nantikan tetap belum kembali dengan awan untuk menyambut kita?" Setelah itu, aku melihat saudara-saudari di gerejaku juga kehilangan iman mereka. Para pengkhotbah selalu menyampaikan khotbah-khotbah lama yang sama, dan tidak ada kesenangan yang bisa didapat dalam pertemuan ibadah. Jadi perlahan-lahan aku tidak menghadiri pertemuan ibadah, tetapi hanya membaca Alkitab dan berdoa di rumah, dengan waspada menantikan kedatangan Tuhan. Suatu hari di bulan Agustus 2012, Saudari Huang, yang sudah lama tidak pernah bicara denganku dan sesama penduduk desa, tiba-tiba datang ke rumahku. Aku sangat senang melihatnya dan segera mengajaknya masuk. Aku juga menyajikan beberapa buah dan air untuknya. Setelah kami berbincang-bincang sebentar, ia bertanya padaku dengan khawatir "Saudari, bagaimana kondisimu saat ini? Apakah kamu masih menghadiri pertemuan ibadah?" Aku menjawab "Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang. Tidak ada kenikmatan yang bisa didapat dalam pertemuan ibadah. Iman saudara-saudari semakin dingin. Aku belum menghadiri pertemuan ibadah selama beberapa bulan, tetapi terus berdoa dan membaca Alkitab di rumah, menantikan kedatangan Tuhan." Mendengar ini, dia berkata dengan sungguh-sungguh "Ya! Sekarang, iman kebanyakan saudara-saudari pada umumnya menjadi lemah dan hambar, dan para pengkhotbah tidak memiliki apa-apa yang bisa dikhotbahkan, atau bicara tentang kata-kata hampa yang sama. Tetapi tahukah kamu alasannya? Sebenarnya, itu terutama karena pekerjaan Roh Kudus telah bergerak, dan Tuhan telah datang kembali dan melakukan pekerjaan baru untuk menghakimi, menghajar, dan mentahirkan umat manusia. Ini persis memenuhi firman Alkitab "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan" 1 Petrus 417. Jadi gereja-gereja tidak lagi memiliki pekerjaan Roh Kudus. Sama seperti ketika Tuhan Yesus datang untuk melakukan pekerjaan baru-Nya di Zaman Kasih Karunia, Tuhan tidak melakukan pekerjaan di bait suci." Ketika mendengar dia berkata "Tuhan telah datang kembali," Aku merasa sangat terkejut dan berpikir "Mungkinkah Saudari Huang juga telah beralih ke Kilat dari Timur?" Jadi aku bertanya dengan sedih "Saudari, apakah kamu percaya pada Kilat dari Timur?" "Ya, aku percaya," jawabnya. Mendengar ini, aku memperlihatkan wajah murung dan tidak ingin bicara dengannya lagi. Melihatku seperti ini, dia dengan sabar bertanya "Saudari Li, kamu dapat mengajukan pertanyaan apa pun yang kamu miliki, dan kemudian kita dapat memecahkannya bersama dengan mencari kebenarannya." Kemudian aku berkata "Aku mengakui apa yang kamu jelaskan dalam persekutuan cukup masuk akal. Sebenarnya, sembilan tahun yang lalu beberapa orang mengatakan padaku bahwa Tuhan telah kembali, tetapi aku tidak menerimanya karena hal itu dinyatakan dengan jelas dalam Alkitab 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' Wahyu 17. 'Yesus yang sama ini, yang terangkat dari antara kalian ke surga, juga akan datang kembali dengan cara yang sama seperti engkau melihat Dia naik ke surga' Kisah Para Rasul 111. Ayat-ayat ini menubuatkan bahwa Tuhan akan tiba di atas awan putih. Tetapi kamu mengatakan bahwa Tuhan telah datang kembali, mengapa aku tidak melihat Tuhan datang kembali?" Setelah mendengar ucapanku ini, dia berkata dengan sungguh-sungguh dan serius, "Itu karena kita tidak mau belajar dan menyelidiki ketika kita mendengar seseorang menyebarkan berita tentang kedatangan Tuhan, dan dengan demikian kita tidak dapat menerima pencerahan dan tuntunan Roh Kudus. Dalam kasus seperti itu, bagaimana kita dapat melihat kenyataan bahwa Tuhan telah datang kembali? Saudari, hendaknya kita mempunyai niat untuk mencari dan menyelidiki dan seharusnya tidak berpegang pada gagasan kita sendiri. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus 'Diberkatilah orang yang miskin dalam roh karena kerajaan surga adalah milik mereka' Matius 53. Tetapi jika kita masih berpegang pada gagasan kita sendiri, kita akan kehilangan kesempatan untuk menyambut kedatangan Tuhan. Saudari Li, apakah kamu setuju denganku?" Mendengar apa yang dikatakannya, aku merenung beberapa saat dan berpikir itu masuk akal. Kemudian, dia mengambil sebuah buku dari tasnya, Gulungan Kitab Dibuka oleh Anak Domba, dan berkata padaku "Saudari Li, dalam Kitab Wahyu, ada banyak bagian dengan nubuat yang mengatakan, 'Barang siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang diucapkan Roh kepada gereja-gereja' Lihat Wahyu 2-3. Kata-kata dalam buku ini adalah apa yang Tuhan firmankan kepada gereja-gereja, dan diucapkan pada kedatangan-Nya kembali. Aku akan meninggalkan bukuku di sini dan berharap kamu dapat membaca dan menyelidikinya saat kamu punya waktu." Melihat dia bicara dengan tulus, aku tidak menolak. Setelah dia pergi, aku ragu apakah akan membacanya atau tidak. Saat itu, aku mulai bertanya-tanya Mengapa banyak saudara-saudari yang memiliki iman sejati kepada Tuhan semuanya mulai percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa? Apa yang dikatakan Tuhan Yang Mahakuasa sehingga mereka mau mengikuti-Nya? Karena penasaran, aku meraih buku itu untuk kubaca. Memperhatikan judulnya, Gulungan Kitab Dibuka oleh Anak Domba, aku berpikir, "Kitab Wahyu dalam Alkitab menyatakan bahwa Anak Domba merujuk kepada Tuhan Yesus, dan bahwa hanya Anak Domba yang layak membuka gulungan kitab dan melepaskan tujuh meterai. Mungkinkah kata-kata dalam buku ini benar-benar diucapkan oleh Tuhan Yesus pada kedatangan-Nya kembali?" Bersambung … Bacaan Diperpanjang Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan "Diatas Awan" II - Kau mainkan untukku, sebuah lagu tentang negeri di awan. Di mana kedamaian menjadi istananya. Dan kini tengah kau bawa aku menuju kesana.... Lirik lagu Katon Bagaskara yang berjudul "Negeri di Awan" itu sangat populer di masyarakat. Bahkan judul lagu tersebut sering digunakan untuk menyebut kawasan dataran tinggi yang memiliki pemandangan yang indah. Salah satunya adalah destinasi Negeri di Atas Awan Gunung Luhur yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Destinasi tersebut belakangan ini ramai dikunjungi wisata ini hanya berjarak 3 jam dari Jakarta, tepatnya di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, yang masuk Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak TNGHS. Pesona yang ditawarkan di sini adalah panorama hamparan awan dilihat dari atas gunung. Selain di Gunung Luhur Banten, ada beberapa wisata 'negeri di atas awan' yang menawarkan panorama yang sama, yakni hamparan awan di ketinggian. Berikut 9 wilayah 'negeri di atas awan' yang ada di Indonesia 1. Puncak Wolobobo Bajawa Flores TARIS Foto Para pengunjung sedang asik menikmati sore di puncak bukit Wolobo, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, Sabtu 7/9/2019.Seakan sedang berada di atas awan. Itulah yang dirasakan saat pelisir ke puncak Bukit Wolobobo di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur NTT, Sabtu 7/9/2019. Siluet Gunung Inerie yang diselimuti kabut dan awan tipis sungguh menakjubkan. Begitu juga hamparan lembah ditutup awan yang tampak seperti samudra luas. Dari atas bukit ini pengunjung dapat menyaksikan indahnya Kota Bajawa dalam sekali pandang. Waktu terbaik berkunjung ke puncak bukit Wolobobo ini adalah sore hari, terutama saat matahari terbenam. Baca juga Pesona Senja di Puncak Wolobobo Bajawa Flores, Seperti Berada di Atas Awan 2. Dataran tinggi Dieng WIKAN PRASETYA Dua wanita menikmati keindahan Dataran Tinggi Dieng yang berselimut tinggi Dieng di Provinsi Jawa Tengah sering disebut negeri di atas awan. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di kawasan Dieng dari kota Wonosobo. Waktu tempuh yang cukup lama itu karena jalanan dilalui cukup menanjak. Di kawasan tersebut pengunjung bisa melihat langsung hamparan Gunung Sindoro. Jika sudah sampai di Tugu Selamat Datang, pengunjung sudah tiba di 'negeri di atas awan'. Beberapa obyek wisata alami yang populer dikunjungi seperti kawasan Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Telaga Merdada, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Jalatunda, dan Museum Kaliasa. Wisata itu, terutama Candi Arjuna dan Kawah Sikidang, selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Baca juga Yuk, Berwisata di Negeri di Atas Awan... 3. Desa Wae Rebo Manggarai C MARBUN Desa Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Wae Rebo merupakan kampung adat tradisional di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, yang sudah terkenal hingga mancanegara. Wae Rebo berada di ketinggian meter di atas permukaan laut sehingga dijuluki desa di atas awan. Untuk melihat eksotisme Desa Wae Rebo tidaklah mudah. Butuh perjuangan lantaran lokasinya di lembah pegunungan Manggarai. Tuhan datang di atas awan Datang kumpulkan anak-anakNya Hari yang mulia Tuhan datanglah Angkat kita semua Aku membuka buku itu dan tanpa sengaja melihat sebuah perikop "Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari penuh sukacita pada akhir zaman, saat Yesus Sang Juruselamat turun di atas awan putih untuk menampakkan diri di hadapan semua manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus Sang Juruselamat saat ini. Semua orang di alam semesta yang mengenal keselamatan dari Yesus Sang Juruselamat sangat mendambakan agar Yesus Kristus tiba-tiba datang untuk menggenapi hal yang dikatakan-Nya semasa berada di bumi 'Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi.' Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, untuk mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Dengan cara serupa, Yesus akan turun sekali lagi di atas awan putih awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus sewaktu Dia kembali ke surga, ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan Dia akan mengambil rupa dan mengenakan pakaian orang Yahudi. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Dia akan memberikan makanan kepada mereka, dan membuat air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan penuh kasih, hidup dan nyata. Orang memercayai semua gagasan ini. Namun, Yesus Sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Dia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Dia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan Dia tidak menampakkan diri kepada semua orang sembari menaiki awan putih. Dia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap tidak mengetahui tentang Dia. Manusia sekadar menantikan-Nya tanpa tujuan ...." Setelah membacanya, perikop ini benar-benar menyentuh hatiku. Aku merasakan kata-kata ini semuanya menusukku sampai ke inti keberadaanku. Selama bertahun-tahun dalam imanku kepada Tuhan, aku telah menanti dan merindukan Tuhan datang kembali seperti ini. Aku juga merasakan firman ini yang dapat mengungkapkan situasi manusiawi kita dalam menantikan kedatangan Tuhan bukanlah kata-kata yang bisa dipikirkan oleh siapa saja. Jadi aku berpikir, "Mungkinkah Tuhan benar-benar sudah datang kembali? Mungkinkah Dia telah menyatakan firman dan melakukan satu tahap penghakiman?" Tetapi kemudian aku ingat bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan. Jadi aku tetap merasa bingung tentang hal ini. Dua hari kemudian Saudari Huang datang lagi, dengan didampingi oleh Saudari Tang. Mereka bertanya padaku dengan khawatir "Saudari Li, apakah kamu sudah membaca buku itu?" Aku menjawab "Ya, sudah. Tetapi aku masih merasa bingung. Kamu mengatakan Tuhan telah datang kembali. Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan, bagaimana kamu menjelaskan hal itu?" Saudari Huang menjelaskan padaku dalam persekutuan "Ketika menyangkut masalah kedatangan Tuhan kembali di atas awan, kita tidak dapat mengandalkan gagasan kita untuk menafsirkannya. Sebenarnya, ada misteri yang mendalam dalam hal ini. Marilah kita membaca satu bagian dari firman Tuhan. Tuhan berkata 'Yesus berkata bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, tetapi apakah engkau tahu betul makna perkataan-Nya yang sesungguhnya? Mungkinkah Dia telah mengatakan maknanya kepada kelompokmu ini? Engkau memang tahu bahwa Dia akan datang sebagaimana Dia telah pergi, yakni menaiki suatu awan, tetapi apakah engkau tahu persis bagaimana Tuhan itu sendiri melakukan pekerjaan-Nya? Jika engkau betul-betul dapat mengerti, bagaimana perkataan Yesus dijelaskan? Dia berkata Kapan Anak Manusia datang pada akhir zaman, Dia sendiri tidak tahu, para malaikat tidak tahu, para utusan di surga tidak tahu, apalagi manusia. Hanya Bapa sendiri, yaitu, hanya Roh yang tahu. Bahkan Anak Manusia sendiri pun tidak mengetahuinya, tetapi engkau malah dapat melihat dan mengetahuinya? Jika engkau mampu mengetahui dan melihat dengan matamu sendiri, bukankah sia-sia saja ucapan tersebut?'" Setelah selesai membaca, dia melanjutkan dengan mengatakan "Dari firman ini kita dapat melihat bahwa semua firman Tuhan adalah misteri, sehingga kita tidak dapat menjelaskan dan menetapkan cara bagi Tuhan untuk datang kembali hanya berdasarkan makna harfiahnya. Jika firman digenapi sesuai dengan makna harfiahnya, bukankah banyak firman lain yang diucapkan oleh Tuhan akan sia-sia? Faktanya, ada banyak nubuat dalam Alkitab tentang kedatangan Tuhan. Jika kita hanya berpegang pada nubuat bahwa Tuhan akan turun dengan awan-awan tetapi tidak mencari dan menyelidiki nubuat lain yang diucapkan oleh Tuhan, ini akan memudahkan kita memiliki pemahaman sepihak. Orang-orang yang cermat dapat menemukan bahwa sebenarnya bukan hanya nubuat 'turun dengan awan-awan' yang ada di dalam Alkitab. Ada juga banyak nubuat seperti itu bahwa Tuhan akan datang bagaikan pencuri dan turun secara diam-diam. Misalnya, Wahyu 1615, "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri." Matius 256, "Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia." Wahyu 320, "Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku." Semua nubuat ini menyebut Tuhan menjadi daging sebagai Anak Manusia dan turun secara diam-diam. "bagaikan pencuri" berarti datang dengan tenang, secara diam-diam. Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan melakukan pekerjaan-Nya selama inkarnasi-Nya sebagai Anak Manusia, secara lahiriah, Tuhan Yesus hanyalah Anak Manusia biasa dan tidak seorang pun tahu Dia adalah Tuhan, itulah sebabnya Tuhan Yesus menggunakan "bagaikan pencuri" sebagai analogi untuk penampakan dan pekerjaan Anak Manusia. Mereka yang tidak mencintai kebenaran, tidak peduli bagaimana Tuhan dalam daging berbicara atau bekerja, atau berapa banyak kebenaran yang Dia ungkapkan, mereka tidak menerima Dia. Sebaliknya, mereka memperlakukan Tuhan dalam daging sebagai orang biasa dan mengutuk serta meninggalkan-Nya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus bernubuat "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini" Lukas 1724-25. Kita tahu bahwa Tuhan itu setia, jadi firman-Nya pasti akan tergenapi. Jika kita selalu berpegang pada nubuat bahwa Tuhan akan turun di atas awan, lalu bagaimana firman Tuhan ini akan digenapi?" Setelah itu, Saudari Tang menambahkan "Ya, Saudari Li, sekarang Tuhan telah berinkarnasi dan diam-diam turun di antara kita. Dia mengungkapkan kebenaran dan melaksanakan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Semua orang, yang menerima pekerjaan penghakiman dan hajaran Tuhan pada akhir zaman, yang watak rusaknya disucikan, dan yang mencapai transformasi dalam watak hidup mereka, adalah kelompok pemenang yang dijadikan oleh Tuhan sebelum bencana. Setelah Tuhan menjadikan para pemenang ini, pekerjaan besar-Nya akan lengkap. Baru setelah itulah Tuhan akan muncul secara terbuka di hadapan semua orang. Yaitu, pertama-tama Tuhan menjadi manusia dan diam-diam turun di antara kita untuk melakukan pekerjaan-Nya, dan setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya untuk menyelamatkan umat manusia, Dia akan secara terbuka turun untuk menampakkan diri kepada seluruh negara dan bangsa, dan memperkenankan mereka untuk melihat-Nya. Tetapi tidak peduli bagaimana Tuhan datang, hikmat-Nya terdapat di dalamnya. Kita hanyalah manusia yang rusak, sehingga kita tidak dapat mengandalkan gagasan kita dengan menegaskan bahwa Tuhan pasti akan datang dengan awan-awan ketika Dia datang kembali. Kalau tidak, ini akan memudahkan kita untuk kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa berfirman 'Saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itu jugalah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan sudah akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran. Mereka yang menerima kebenaran dan tidak mencari tanda-tanda, sehingga mereka disucikan, akan kembali ke hadapan takhta Tuhan dan masuk ke dalam pelukan Sang Pencipta. Hanya mereka yang bersikeras percaya bahwa "Yesus yang tidak datang kembali di atas awan putih adalah Kristus palsu" akan menerima hukuman abadi, karena mereka hanya percaya kepada Yesus yang menunjukkan tanda-tanda, tetapi tidak mengakui Yesus yang menyatakan penghakiman yang berat dan menunjukkan jalan kehidupan sejati. Jadi, hanya dengan cara itulah Yesus membereskan mereka pada saat Dia secara terbuka datang kembali di atas awan putih.' Dari firman Tuhan kita melihat bahwa ketika kita melihat Tuhan menampakkan diri kepada segenap umat manusia di depan banyak orang, pekerjaan-Nya akan berakhir. Mereka yang menerima pekerjaan Tuhan di akhir zaman semuanya datang kembali di hadapan Tuhan, sementara mereka yang menolak dan mengutuk Tuhan akan menerima hukuman yang setimpal. Saat itu, nubuat dalam Kitab Wahyu akan benar-benar digenapi 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia' Wahyu 17. Ketika Tuhan menampakkan diri secara terbuka, mereka yang menolak untuk menerima pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dan menentang Tuhan akan tertegun, sebab mereka akan melihat bahwa Tuhan Yang Mahakuasa yang mereka tolak justru adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Dengan demikian, bagaimana mungkin mereka tidak menangis dan menggertakkan gigi mereka? Saudari, apakah kamu dapat menerima persekutuan ini?" Saat itu, aku merasa sedih dan menyesal. Jadi aku menjawab, merasa sedikit malu, "Kamu bicara dengan sangat jelas. Aku bisa menerimanya. Baru sekarang aku memahami bahwa ketika Tuhan datang kembali, pertama-tama Dia akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia dan turun secara diam-diam di antara manusia untuk melakukan pekerjaan menghakimi dan mentahirkan manusia. Dan setelah menjadikan sekelompok pemenang, Tuhan akan secara terbuka menampakkan diri di hadapan semua orang. Itulah waktu ketika Tuhan menghukum semua orang yang menolak pekerjaan-Nya. Aku terlalu bebal. Dengan keras kepala aku berpegang teguh pada pemahamanku sendiri dan menegaskan bahwa Yesus akan turun ke atas awan putih, jadi aku tidak menerima Dia yang tidak datang dengan cara ini. Karenanya, aku menutup pintu bagi Tuhan Yesus yang telah datang dan hampir kehilangan keselamatan Tuhan di akhir zaman." Setelah itu, mereka menyampaikan padaku tentang tiga tahap pekerjaan Tuhan, inkarnasi, misteri nama Tuhan dan aspek-aspek kebenaran lainnya. Dan mereka banyak membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, yang memecahkan banyak masalah dan kesulitanku. Setelah masa penyelidikan dan pencarian, aku memahami banyak kebenaran yang belum pernah kudengar sebelumnya di gerejaku; kondisiku makin lama makin baik, serta damai sejahtera dan sukacita memenuhi hatiku. Jadi aku menjadi yakin bahwa Tuhan Yang Mahakuasa adalah Tuhan Yesus yang datang kembali. Tahun-tahun ini ketika Tuhan mengetuk pintuku melalui saudara-saudari yang memberitakan Injil padaku dari waktu ke waktu, dengan keras kepala aku berpegang teguh pada gagasanku dan menolak mereka berulang kali. Hatiku benar-benar terlalu kaku! Memikirkan hal ini, aku sungguh-sungguh bertobat dalam hatiku dan tidak tahan untuk berlutut dan berdoa di hadapan Tuhan, "Ya Tuhan! Aku mengandalkan gagasan dan imajinasiku sendiri dalam menafsirkan kedatanganmu tetapi tidak mencari kebenaran. Aku benar-benar terlalu sombong. Namun Engkau tidak meninggalkan aku. Setelah sembilan tahun, Engkau membangkitkan hatiku melalui saudari yang memberitakan Injil padaku. Ya Tuhan, aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku untuk membalas kembali kasih-Mu padaku." Tamat. Bacaan Diperpanjang Memahami misteri menyambut kedatangan Tuhan "Diatas Awan" I Navigasi cepat Cara Tepatnya Tuhan Akan Kembali dalam Wahyu 1 ayat 7 Akan Digenapi Dengan Cara Ini Telah Kembali Secara Diam-diam sebagai Anak Manusia "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin" Wahyu 17. Hari ini, mari kita jelajahi dan bersekutu apa arti kata "dan semua orang di bumi akan meratap" dalam Wahyu 1 ayat 7 dan bagaimana ayat ini akan digenapi. Bagaimana Cara Tepatnya Tuhan Akan Kembali Untuk mengetahui bagaimana nubuatan dalam Wahyu 1 ayat 7 akan digenapi, mari kita cari jawabannya dalam nubuatan alkitab tentang bagaimana Tuhan akan datang kembali. Sebenarnya, selain nubuatan dalam Alkitab tentang kedatangan Tuhan secara terbuka di atas awan-awan, ada nubuatan lain yang mengatakan bahwa Tuhan datang secara diam-diam. Misalnya, Wahyu 1615, "Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri." Dan Matius 25 6, "Dan pada tengah malam terdengar teriakan, 'Lihat, mempelai laki-laki datang; keluarlah menyambutnya.'" Perkataan dalam ayat alkitab ini "bagaikan pencuri" dan "pada tengah malam terdengar seruan" mengacu kepada kedatangan Tuhan di akhir zaman adalah secara diam-diam dan secara rahasia. Selain itu, Matius 2427 mengatakan, "Karena sama seperti kilat datang dari arah timur dan bersinar ke arah barat, demikianlah kedatangan Anak Manusia kelak" ” Matius 24 ayat 44 berkata, "Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga" Lukas 1724-25. mengatakan, "Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini." Dalam ayat-ayat ini, Tuhan Yesus berkali-kali menyebutkan bahwa kedatangan-Nya adalah "kedatangan Anak Manusia”. "Anak Manusia” yang mengacu pada seseorang yang lahir dari manusia dan dengan kemanusiaan yang normal. Jika Dia menampakkan diri secara langsung kepada manusia secara roh atau dengan tubuh spiritual, maka Dia tidak dapat disebut sebagai Anak Manusia. Misalnya, Tuhan Yahweh adalah Roh, sehingga tidak bisa disebut Anak Manusia. Tuhan Yesus yang berinkarnasi disebut Anak Manusia dan Kristus karena Dia adalah inkarnasi dari Roh Tuhan yang menjadi manusia biasa,normal dan hidup di antara karena itu, "kedatangan Anak Manusia" dan "Anak Manusia datang" yang Tuhan Yesus bicarakan berarti bahwa Tuhan akan datang dalam daging ketika Dia datang kembali di akhir zaman. Oleh karena Tuhan akan datang secara diam-diam di akhir zaman sebagai Anak Manusia yang memiliki penampilan biasa dan normal di luar sehingga orang tidak akan menyadari identitas-Nya atau mengenali-Nya sebagai Tuhan yang berinkarnasi; mereka akan mudah memperlakukan Tuhan yang berinkarnasi seperti orang biasa sehingga mengutuk dan menolak-Nya. Sama seperti ketika Tuhan Yesus menampakkan diri dan bekerja secara inkarnasi, Dia dikutuk dan ditolak oleh manusia. Nubuatan dalam Wahyu 1 ayat 7 Akan Digenapi Dengan Cara Ini Sekarang kita telah mengerti bahwa masih ada nubuatan tentang kembalinya Tuhan secara rahasia sebagai Anak Manusia, maka mudah untuk memahami bagaimana nubuatan dalam Wahyu 1 7 akan digenapi. Menurut nubuatan, kedatangan Tuhan yang kedua kali akan pertama-tamanya secara rahasia, dan setelah itu dia akan menampakkan diri secara terbuka kepada manusia di atas awan. Lantas, bagaimana kedua cara kedatangan Tuhan itu digenapi? Tuhan Yesus bernubuat "Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu" Yohanes 1612-13. "Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman" Yohanes 1248. 1 Petrus 417 berkata, "Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan." Wahyu 312 mengatakan, "Dia yang menang akan Kujadikan pilar di dalam bait Suci Tuhan-Ku dan ia tidak akan keluar lagi." Kita dapat melihat dari ayat-ayat ini bahwa ketika Tuhan datang kembali di akhir zaman, Dia akan mengungkapkan kebenaran dan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai dari rumah Tuhan. Artinya, pada akhir zaman Tuhan pertama-tamanya akan berinkarnasi secara rahasia sebagai Anak Manusia untuk mengungkapkan firman-Nya dan melakukan pekerjaan penghakiman dan pemurnian manusia. Barangsiapa yang menerima penghakiman dan hajaran dari firman Tuhan dan memiliki pemurniaan dan perubahan dalam watak rusak saat Tuhan yang berinkarnasi bekerja secara rahasia adalah gadis-gadis bijaksana dan pemenang yang dihasilkan sebelum bencana. Mereka dapat menikmati berkat yang kekal yang di anugerahkan oleh Tuhan. Ketika pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi untuk menyelamatkan manusia secara rahasia selesai, Tuhan akan menurunkan bencana besar untuk memberi upah yang baik dan menghukum yang jahat. Kemudian Tuhan akan muncul secara terbuka kepada semua bangsa dan saat itu, semua orang yang menentang, menolak dan mengutuk Tuhan selama periode pekerjaan rahasia-Nya akan tercengang, mereka semua akan melihat bahwa orang yang telah mereka menentang, mengutuk dan menolak memang adalah Tuhan Yesus yang datang kembali, adalah Kristus di akhir zaman dan dengan demikian mereka akan memukul dada mereka, meratap dan mengertakkan gigi. Jadi, begitulah bagaimana pemandangan ratapan semua orang akan muncul. Ini memenuhi nubuat dalam Wahyu 1 7, "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia. Jadilah demikian, Amin" Dari pekerjaan Tuhan, kita melihat kebenaran, kemahakuasa dan kebijaksanaan Tuhan. Tuhan Telah Kembali Secara Diam-diam sebagai Anak Manusia Sekarang, Tuhan telah lama diam-diam kembali dalam daging sebagai Tuhan Yang Mahakuasa, Kristus di akhir zaman. Tuhan Yang Mahakuasa mulai muncul dan bekerja pada tahun 1991, telah mengungkapkan jutaan kata—semua kebenaran untuk menyucikan dan menyelamatkan umat manusia serta melakukan pekerjaan penghakiman yang di mulai dari rumah Tuhan. Penampakan dan pekerjaan Tuhan Yang Mahakuasa benar-benar memenuhi nubuatan Tuhan datang secara rahasia. Penampakan Tuhan telah mengguncang semua agama dan denominasi. Domba-domba Tuhan mendengar suara-Nya—semua orang yang sungguh-sungguh percaya Tuhan dan haus akan kebenaran, setelah membaca firman Tuhan Yang Mahakuasa, yakin bahwa itu adalah kebenaran dan suara Tuhan. Satu demi satu, mereka telah menerima Tuhan Yang Mahakuasa dan diangkat ke hadapan takhta Tuhan. Barangsiapa yang menerima pekerjaan penghakiman Tuhan melalui firman Tuhan, mereka akan dapat melepaskan diri dari ikatan dosa, mencapai pemurnian dan keselamatan Tuhan, dijadikan pemenang sebelum bencana. Sekarang ini adalah tahap pekerjaan penyelamatan Tuhan Yang Mahakuasa secara tersembunyi dalam menyelamatkan umat manusia. Tuhan Yang Mahakuasa mengungkapkan firman-Nya untuk menghakimi dan memurnikan orang. Setelah Dia telah menyempurnakan sekelompok pemenang, pekerjaan besar Tuhan akan selesai dan pekerjaan Tuhan dalam daging inkarnasi secara diam-diam akan berakhir. Kemudian Tuhan akan mulai menurunkan bencana besar untuk memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Semua yang disempurnakan menjadi pemenang sebelum bencana akan mendapatkan perlindungan Tuhan dan bisa bertahan hidup. Bagi mereka yang tidak menerima pekerjaan Tuhan- kedatangan Tuhan Yang Mahakuasa secara rahasia di akhir zaman, namun menghakimi dan mengutuk Kristus di akhir zaman adalah antikristus yang tersingkapkan oleh pekerjaan Tuhan di akhir zaman. Mereka adalah hamba jahat, lalang, dan adalah orang yang "menikam” Tuhan. Akhirnya, mereka akan ditinggalkan dan disingkirkan oleh Tuhan. Ketika pekerjaan penyelamatan Tuhan secara rahasia sudah selesai, maka nubuat dalam Wahyu 1 7 akan digenapi atas diri mereka—mereka akan meratap dan mengertakkan gigi dan merasa sangat menyesal. Oleh karena itu, jika kita tidak ingin menjadi orang yang menangis dan menggertakkan gigi, dan jika kita ingin dijadikan sebagai pemenang sebelum bencana dan masuk kerajaan Tuhan, maka kita harus menerima penghakiman dan pemurnian firman Tuhan Yang Mahakuasa. Jika kita tidak pernah mencari atau menerima pekerjaan Tuhan-kedatangan rahasia Tuhan Yang Mahakuasa, maka kita pasti akan ditinggalkan dalam tengah bencana dan dihukum. Seperti yang dikatakan oleh firman Tuhan Yang Mahakuasa, "Banyak orang mungkin tidak peduli dengan apa yang Aku katakan, tetapi Aku tetap ingin memberi tahu setiap orang yang disebut orang kudus yang mengikuti Yesus bahwa, ketika engkau melihat Yesus turun dari surga di atas awan putih dengan matamu sendiri, itu akan menjadi penampakan terbuka dari Sang Matahari Kebenaran. Barangkali itu akan menjadi saat yang sangat menyenangkan bagimu, tetapi ketahuilah bahwa saat engkau menyaksikan Yesus turun dari surga, saat itu jugalah engkau turun ke neraka untuk dihukum. Itu akan menjadi saat berakhirnya rencana pengelolaan Tuhan dan menjadi saat ketika Tuhan memberi upah kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Karena penghakiman Tuhan sudah akan berakhir sebelum manusia melihat tanda-tanda, pada saat hanya ada pengungkapan kebenaran." Catatan Editor Melalui persekutuan di atas, apakah Anda sudah mengerti arti nubuatan dalam Wahyu 1 ayat 7? Tahukah Anda mengapa semua orang akan meratap dan menggertakkan gigi ketika Tuhan turun di awan-awan? Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan tinggalkan pesan kepada kami atau hubungi kami melalui obrolan online.

dia datang diatas awan