Anemia umum terjadi pada semua tingkatan usia khususnya pada ibu hamil dan remaja. Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesian tertinggi di ASEAN sebesar 240/100.000, di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1%.
Sehingga, intervensi sejak dini seperti edukasi remaja menjadi hal yang penting. Data Riskesdes Kementerian Kesehatan tahun 2013 menyatakan bahwa prevalensi anemia pada remaja cukup tinggi, mencapai 22,7 persen, sementara data Balitbangkes tahun 2015 menyebutkan rata-rata tingkat kecukupan energi dan protein remaja (72,3% dan 82,5%) paling
Tanda dan Gejala Anemia Pada Ibu Hamil diantaranya : 1) Kepala pusing, Palpitasi, berkunang-kunang, 2) perubahan jaringan epitel kuku: tipis,rata, dan mudah patah 3) Gangguan neurumuskular, 4) Lesu, lemah, lelah, 5) Pencernaan: disphagia dan pembesaran kelenjar limpa.
Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu hamil yang memiliki kadar hemoglobin dibawah 11 gr/dl yang dapat resiko melahirkan bayi berat lahir rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Tamangapa.
Konsumsi makanan yang tinggi zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C. Setelah mengetahui gejala dan bahaya yang timbul dari anemia selama kehamilan, diharapkan ibu hamil dapat segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala anemia. Selain itu ibu hamil juga diharapkan dapat menjaga pola makan yang sehat agar tehindar dari anemia
Diketahui prevalensi anemia pada ibu hamil diperkirakan di Asia sebesar 48,2%, Afrika 57,1%, Amerika 24,1%, dan Eropa 25,1%. Puskesmas Pulau Panggung membawahi 10 desa dimana dari desa-desa tersebut yang memiliki kasus anemia paling banyak adalah Desa Pulau Panggung sebanyak 12 orang (0,37%) dari 45 ibu hamil yang diperiksa.
lkfcv.
contoh kasus ibu hamil dengan anemia